Lo Kheng Hong Koleksi Lagi Saham Indika (INDY), Begini Kabar Terbaru Perseroan
JAKARTA, investor.id - PT Indika Energy Tbk (INDY), emiten Lo Kheng Hong, membagikan dividen tunai sebesar 113,2 juta dolar AS (322,29 rupiah per saham) pada tahun 2022, atau sekitar 25% dari laba bersih yang dibagikan. Jumlah tersebut sudah termasuk dividen interim sebesar $40 juta atau Rp114,29 per saham yang dibayarkan pada Agustus 2022. Juga, dividen kas final sebesar $73,16 juta, atau Rp208 per saham. Pembagian dividen final tersebut diputuskan pada rapat tahunan perseroan pada 19 April 2023. Rencana dividen final Indika telah dirilis dan menjadi kabar terbaru dari perusahaan. Informasi tersebut adalah dividen pasar reguler dan negosiasi pada 4 Mei 2023, dividen pasar reguler yang tidak terbagi dan negosiasi pada 5 Mei, daftar pemegang saham yang berhak atas dividen tunai pada 8 Mei. pada pukul 16:00. WIB dan tanggal pembayaran dividen 17 Mei.
Sebelumnya diberitakan, investor kawakan Lo Kheng Hong terbuka untuk memiliki lebih banyak saham PT Indika Energy Tbk (INDY). Bahkan, Pak Lo – sapaan Lo Kheng Hong – menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Decentralized Investment Company. "Iya (hadir di RUPST Indika Energy)," kata Pak Lo saat dikonfirmasi, Rabu (19/4/2023). Ditanya lebih jauh soal kepemilikan Indika, investor berusia 64 tahun itu mengaku demikian. "Saya punya (saham Indica)," jelas Warren Buffett Indonesia. Namun, Pak Lo tidak membeberkan berapa saham Indika Energy yang dimilikinya saat ini. Dia hanya menjawab singkat. "Sedikit," jelasnya. Lo Kheng Hong diketahui merupakan salah satu pemegang saham terbesar Indika beberapa tahun lalu. Bahkan, dia mendapat untung besar dari saham tersebut.
Dalam podcast tersebut, Pak Lo menjelaskan bahwa dirinya sudah lama berinvestasi besar-besaran di sektor batu bara. Pada tahun 2016 ia menjadi pemegang saham terbesar keempat Indika Energy. "Ketika harga saham turun menjadi 100, 110 rubel, saya membelinya. Jika harganya 110 rubel, maka nilai buku saham tersebut akan menjadi 1.600 rubel. Ini juga Mercy dengan harga Bajaj jadi saya membelinya. Menjadi pemegang saham terbesar keempat Indika Energy,” kata Lo Kheng Hong. Dia mengatakan, setelah memegang saham Indika selama dua tahun, akhirnya dia menjualnya sekitar Rp 4.000. "Dan dua tahun kemudian, harga batu bara naik dari $50 menjadi $100 dan harga saham naik menjadi 4.500 rubel, dan saya menjualnya seharga 4.000 rubel dan mendapat untung 4.000 dalam dua tahun," tambah Lo Kheng Hong.


0 Response to "Lo Kheng Hong Koleksi Lagi Saham Indika (INDY), Begini Kabar Terbaru Perseroan"
Posting Komentar